Bahasa Polandia - Pelajaran 5 (Kasus Nominatif dan Gender Kata)
Pada kali ini kita akan membahas
tentang kasus Nominatif atau bentuk dasar (seperti yang ada di dalam kasus). Dalam
bahasa Polandia, kata benda dibagi ke dalam 3 jenis kelamin atau gender
seperti halnya bahasa-bahasa Slavik lainnya, yaitu dibagi menjadi maskulin
(lelaki), feminin (perempuan), dan netral (netral). Bagaimana kita
mengetahuinya? Tentunya mudah, cukup melihat huruf terakhir kata tersebut.
Maskulin
|
Feminin
|
Netral
|
|||
-konsonan
-a
-huruf lemah
|
mąż, piec
mężczyzna
hotel
|
-a
-i
-huruf lemah
|
dziewczyna
gospodyni
twarz
|
-o
-e
-ę
-um
|
mydło
morze*
imię
muzeum
|
Untuk
mengetahui apa itu huruf lemah dan apa saja yang termasuk huruf lemah, bisa dilihat
di postingan sebelumnya.
*sebelum yang berakhiran –e pada
kata benda netral, pasti selalu huruf lemah. {contoh : morze}.
Sekarang
bagaimana membentuk jamaknya? Berikut adalah caranya.
Catatan : + = tambah; - = ganti; ‘ = ubah
menjadi huruf lemah
Maskulin
|
Feminin
|
Netral
|
|||
-konsonan
-g, k
-nama titel/relasi
-a
-ga, ka
-huruf lemah
|
+y
+i
+owie
-y
-gi, ki
+e
|
-a
-ga, ka
-i
-huruf lemah
-huruf yang ber ‘ {seperti ć}
|
-y
-gi ki
+e
+i
‘ dihapus lalu +i
|
-o
-e
-um
|
-a
-a
-a
|
Setelah ‘g’
dan ‘k’ tidak boleh menempatkan ‘y’, oleh karena itu ganti dengan ‘i’.
Nama titel itu contohnya : syn (anak
laki-laki) -> synowie, mąż (suami) -> mężowie.
Huruf ber ‘ di atasnya, maka ‘ dihapus lalu +i : kość (tulang) -> kości.
Fungsi Nominatif
- Bentuk dasar, seperti pada kamus
- Sebagai subjek
- Juga digunakan setelah frasa [to jest...(tunggal)/to są…(jamak)] {Ini/Itu adalah...}
#RF
No comments:
Post a Comment